Juara 1 Kategori Games Unity Educomp #3 2015

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, kemarin 9 Mei 2015 adalah peristiwa yang sangat menggembirakan untuk saya karena berhasil memperoleh juara 1 Nasional kategori Games dalam lomba UNITY EDUCOMP 2015. Persaingan yang sangat ketat dari 47 peserta kategori games dan dari seluruh Universitas ternama di Indonesia membuat saya harus berjuang mati-matian berfikir, memprediksi dan mengkonsep semua hal. Apa maksudnya ? Ya! Saya berfikir dan memprediksi apa yang akan terjadi tapi bukan prediksi seperti layaknya seorang peramal dan saya mengkonsep semua hal tentang apa saja yang harus saya lakukan. Semua itu didukung dari pengalaman-pengalaman saya sebelumnya dalam mengikuti 10 kali lomba tingkat nasional 3 tahun terakhir. Mari simak perjalanan saya dalam mengikuti lomba ini.

Bawor Adventure Juara Unity Educomp

Saya memang memiliki beberapa trik jitu dalam mengikuti perlombaan seperti trik projek yang di lombakan, presentasi, penulisan dokumen dan berbagai trik lainnya. Trik-trik ini saya dapat dari kekalahan saya mengikuti 7 lomba nasional secara berturut-turut dalam 2 tahun. Kekalahan yang bertubi-tubi inilah yang membuat saya harus berfikir tentang penyebab apa saja yang membuat saya selalu kalah hingga saya menemukan beberapa ritual yang wajib saya lakukan dan harus ada dalam lomba yang saya ikuti :p . Saya tipikal orang yang tidak pernah kapok melakukan berbagai hal secara berulang-ulang hingga apa yang saya mau dapat tercapai. Dalam artikel berikutnya saya akan berbagi trik jitu versi icaksama.com dalam mengikuti dan menjuarai lomba nasional.

Tahukah kamu ? Dari semua lomba tingkat nasional yang saya ikuti, hanya lomba inilah yang menurut saya memiliki pesaing-pesaing yang luar biasa, baik dari segi projek maupun presentasi. Sumpah 🙂 Dari mana saya tau ? mari simak lebih lanjut.

Saya memperhatikan perilaku para peserta lomba mulai dari acara Technical Meeting (TM) dengan melihat cara mereka bertanya dan bersikap. Optimis, Cerdas dan Yakin menjadi yang terbaik, inilah penggambaran yang saya dapat dari mereka. Saya sengaja duduk pada baris ke dua paling belakang agar dapat melihat dengan jelas seperti apa kemampuan pesaing-pesaing saya. Saya banyak diam saat mengikuti perlombaan ini bukan karena saya pendiam tapi ini adalah cara saya agar mereka tidak tau tingkat kemampuan saya yang sebenarnya tidak seberapa.

Dalam agenda TM, saya dapat mengetahui beberapa peserta yang memiliki kualitas diatas para peserta lain dalam sesi tanya jawab. Dari mana saya mengetahui ? Intonasi! Ya intonasi suara! Menurut saya seorang presenter yang baik adalah presenter yang telah menguasai ke tahap intonasi. Ini adalah tahap yang hanya dapat dikuasai dengan pengalaman karena berhubungan dengan rasa. Suara tidak datar, jelas, dan berirama yang tidak seperti irama musik yang mampu membawa para audience terdiam dan memperhatikan setiap kata yang diucapkan seperti terhipnotis. Kemampuan ini adalah hal terpenting kedua dari hal terpenting pertama menurut saya.

Di akhir acara TM, para peserta di haruskan mengambil nomor urut presentasi dan saya mendapat nomor urut ke delapan. Saya sangat beruntung karena tidak menjadi urutan 1 sampai 5, karena dalam setiap perlombaan saya memiliki paham yaitu “Menjadi yang terakhir untuk menjadi yang pertama”.

Technical Meeting pun selesai dan saya kembali ke penginapan. Di penginapan saya merancang presentasi mulai dari alat dan materi yang akan saya gunakan dalam presentasi. Peserta hanya diberi waktu 10 menit untuk presentasi sehingga saya harus benar-benar membuat presestasi sesingkat mungkin tapi menarik dan memperlihatkan keseluruhan. Dibantu oleh Dosen Pendamping saya Bpk. Rujianto Eko Saputro, M.Kom akhirnya saya berhasil menyelesaikan sebagian presentasi jam 3 malam lalu tidur. Ya hanya sebagian! 🙂

Saya bangun jam 5 pagi, Apakah kamu terbayang betapa cape dan ngantuknya saya hanya tidur 2 jam yang sebelumnya saya telah menempuh perjalanan dari Purwokerto – Jogja selama 5 jam tanpa istirahat dilanjutkan dengan Technical Meeting. Jam 5 pagi saya lanjut membuat presentasi, karena saya menggunakan sensor kinect jadi saya harus membuat aplikasi khusus yang saya buat sendiri. Tidak ada waktu lagi untuk berlatih, yang dapat membantu saya hanya doa semoga otak ini tidak nghang saat saya membawakan presentasi. Saya juga punya trik dalam membuat presentasi yang akan saya tunjukan pada artikel berikutnya.

Dan akhirnya sampai juga pada tahap presentasi. Tahap dimana saya dapat melihat seluruh kemampuan dan projek game peserta lain. Dalam tahap presentasi saya harus bertindak tanpa ada kesalahan sedikitpun sesuai dengan yang sudah saya rencanakan. Ada dua pesaing yang menurut saya paling berat yaitu Tim Sinau Studio dan Tim Moucup yang keduanya berasal dari Universitas Gajah Mada (UGM). Tim Sinau Studio memiliki presentasi yang menarik dan Tim Moucup memiliki projek yang bagus. Wajar saja mereka dari Universitas ternama jadi saya tidak heran.

Sebelum saya maju presentasi, saya cek kembali perlengkapan presentasi yang sudah saya siapkan sebelumnya mulai dari aplikasi presentasi, kinect, dan Laser Pointer. Dannnn! ada satu hal yang kurang saya perhatikan yaitu baterai pointernya ternyata habis. Dan parahnya lagi posisi saya saat itu berada di Fakultas Pendidikan UNY jadi mana ada toko di sekitar situ. Mau tidak mau saya harus keluar dari Universitas sebesar itu untuk membeli baterai yang tentunya jaraknya sangat jauh dan harus saya tempuh dengan berjalan kaki sendirian.

Akhirnya giliran saya pun tiba. Saya memulai presentasi dengan lancar, namun ditengah presentasi saya memiliki kendala dimana layar proyektor kurang jelas. Aplikasi presentasi yang saya buat dengan memanfaatkan kinect memiliki bar pendeteksi gerakan namun di layar tidak terlihat jelas sehingga terjadi sedikit kendala dan waktu yang di sediakan habis sebelum saya mempresentasikan semuanya. Terlebih lagi saya harus berfikir ulang di tengah presentasi tentang bagaimana caranya saya tetap bisa menghasilkan presentasi yang menarik dengan waktu yang terbatas. Beruntung kendala tersebut tidak di anggap serius oleh juri dan audience.

Tahap presentasipun selesai dan akhirnya masuk pada acara pengumuman juara. Dan benar saja, peserta yang saya anggap pesaing terberat mendapatkan juara 2 dan 3 yaitu Tim Sinau Studio mendapat juara 2 dan Tim Moucup mendapat juara 3. Luar biasa ! Kedua tim berasal dari Universitas Gajah Mada.

Juara satu di umumkan paling terakhir, itupun awalnya SALAH di ucapkan oleh Host acara. Sempat kami drop sesaat saat host mengatakan juara satu bukan dari tim kami dan itu tandanya kami akan pulang membawa kekecewaan. Namun ternyata tidak, beberapa saat kemudian Host membenarkannya bahwa tim kamilah yang mendapat juara satu. Allhamdulilah 🙂 Boleh saya minta bantuan ? Bagi temen-temen yang kenal dengan host acara ini tolong ya di jitak host yang cowo heheheee 😀

Dari tadi ngomong KAMI terus, namanya apa ?!!!!!
Perkenalkan, Kami adalah Tim AMPU dari STIMIK AMIKOM Purwokerto !!!

[mom_video type=”youtube” id=”gIPm4vVau4E”]

Pengalaman ini semoga bisa jadi bahan pemikiran buat kamu yang akan mengikuti lomba serupa, bagi temen-temen yang ingin melihat pengalaman saya lainnya silahkan kunjungi link Pengalaman. Terima kasih untuk panitia yang telah berkerja keras dalam lomba ini. Great Work ! Tunggu artikel selanjutnya tentang trik jitu versi icaksama.com meraih juara satu lomba nasional teknologi.

Ayo! Segera daftarkan email kamu untuk berlangganan!

Leave a comment