Jakarta I’m Coming, Mencoba Merangkai Titik Menjadi Garis

im coming jakarta, mencoba merangkai titik menjadi garis

Hmm…Ibu Kota Jakarta, entah apa yang terbayang saat ini di benak saya. Dan entah kenapa tangan saya seakan bergerak sendiri ingin berbagi keluh kesah ini. Dalam artikel ini saya akan sedikit berbagi tentang pengalaman saya yang akan pergi meninggalkan sesuatu yang selama ini saya pertahankan demi merantau ke kota yang katanya metropolitan. Sebuah kota yang katanya tempat untuk mencari kesuksesan dunia dan ada juga yang bilang sebuah kota yang begitu keras. Entah mana yang benar, namun yang jelas tinggal 6 hari lagi saya akan merantau di jakarta. Menghadapi gaya hidup baru dan harus pintar beradaptasi. Apakah mungkin saya bisa menjadi sukses disana ? Entahlah. Jujur, memang terasa sedikit berat meninggalkan lingkungan yang terasa sangat nyaman ini. Lingkungan yang menemani saya selama masa kuliah dan lingkungan yang telah memberikan banyak pelajaran hidup di dunia.

im coming jakarta, mencoba merangkai titik menjadi garis

Di kamar kos ini, sekarang terasa begitu sepi dan kosong. Kamar yang selalu saya lihat dengan hiasan dindingnya dan foto saya selama masa kuliah kini tidak ada lagi. Kamar yang selalu diam melihat saya setiap hari duduk berjam-jam hingga pagi di depan komputer dengan kursi yang selalu berbunyi krit..krit..kriit kini tidak ada lagi. Mungkin selama ini dia bertanya-tanya apa yang saya kerjakan ?. Hari ini, tepat 27 Desember 2015 semua barang sudah saya rapikan. Memilih barang yang saya anggap penting untuk di bawa ke jakarta dan membawa pulang ke kampung halaman barang yang saya anggap juga penting. Ya memang semuanya penting buat saya.

Sekarang saya sedang duduk sendirian di ruangan yang sepi dan kosong ini ditemani lagu Payung Teduh Dunia membuat saya semakin hanyut dengan nuansa damai. Nuansa yang membuat saya berfikir untuk apa saya pergi ke sana ? Untuk apa saya meninggalkan semua yang sudah saya pertahankan ? Untuk apa saya meninggalkan semua yang sudah saya miliki ? Untuk apa !!!

Dalam diam seakan ada suara yang bertanya untuk apa kamu hidup ? untuk apa kamu memiliki kemampuan itu ? kenapa harus takut, bukankah kamu pernah merasakan perjuangan yang lebih dari ini ? dan bukankan sebuah titik lebih berharga daripada genangan air yang tidak mengalir ? Sesaat saya terdiam mendengar semua pertanyaan ini. Saya mencoba berfikir keras untuk menemukan semua jawabannya.

Sampai pagi saya berfikir dan akhirnya saya menemukan semua jawabannya. . .

Saya ingin hidup yang singkat ini dapat berguna untuk banyak orang dengan kemampuan yang saya miliki, saya tidak akan takut, saya akan keluar dari genangan air yang tidak mengalir dan akan terus mencoba merangkai titik demi titik hingga menjadi sebuah garis yang indah dan dapat membuat semua orang yang melihatnya tersenyum lebar. I’m Coming Jakarta and I’m Ready !

Leave a comment